If Else dan Switch Case Pada C# Unity

  • 2 min read
  • Jun 26, 2020
If Else dan Switch Case

Apa kabar temen-temen… pada postingan kali ini, kita akan belajar tentang pengkondisian dan percabangan If Else dan Switch Case dalam pemrograman, khususnya untuk bahasa pemrograman C# yang ada di Unity.

Pengkondisian atau percabangan adalah suatu cara atau struktur pemrograman yang di gunakan untuk mengambil sebuah keputusan dengan syarat kondisi yang ada harus terpenuhi.

Jadi maksud dari percabanan ini adalah untuk memilih atau mengkondisikan apakah sebuah pernyataan akan dijalankan atau tidak.

Misalnya saja nih, kita memiliki percabangan seperti operasi logika, jika diberi sebuah pernyataan dan pernyataan tersebut bernilai BENAR, maka program akan menjalankan statement-statement yang telah ditentukan.

Selama saya belajar bahasa pemrograman dan untuk melakukan sebuah percabangan ini saya sering menggunakan perintah if, if-else dan switch case.

Contoh Syntax dan Kode Program If Else dan Switch Case C# Unity

Perintah If

If ini digunakan untuk satu kondisi saja dan jika pernyataan bernilai benar atau terpenuhi maka statement akan di jalankan dan jika bernilai salah atau tidak terpenuhi maka akan diabaikan.

Contoh Syntax:

if(syarat atau kondisi){
        //Menjalankan statement
    }

Contoh kode program:

Penjelasan:

Dari kode program diatas kita mempunyai sebuah variabel skor yang memiliki nilai 100 dan juga kita memiliki sebuah kondisi yang menyatakan, jika skor sama dengan 100 maka program akan menjalankan statement “Sobat mendapatkan skor 100”.

Jadi kondisi diatas bernilai BENAR dan program akan menjalankan statement / pernyataan.

Perintah If  Else

If – Else ini digunakan untuk lebih dari satu kondisi. misalnya saja if kondisi bernilai benar, maka program akan menjalankan statement A. Dan jika else if maka program akan menjalankan statement B. Atau jika tidak if dan else if tidak ada yang bernilai benar (tidak terpenuhi semuanya), maka program akan menjalankan statement C.

Contoh Syntax:

if(syarat atau kondisi){
        //Menjalankan statement A
    }else if(syarat atau kondisi){
       //Menjalankan statement B
    }else{
       //Menjalankan statement C
    }

Contoh kode program:

Penjelasan:

Kode program diatas akan mencetak statement yang “Skor sobat kurang dari 100”. Hal ini terjadi karena variabel skor memiliki nilai 10 dan kondisi di dalam else if bernilai benar bahwa 10 kurang dari 100.

Jika temen-temen mengganti nilai skor menjadi 120 maka statement yang “Hebat, skor sobat lebih dari 100” akan dijalankan.

Sedangkan jika sobat memberikan nilai skor 100 maka kondisi tidak ada yang terpenuhi dan program akan menjalankan statement “Sobat Terlalu Hebat”.

Perintah Switch Case

Switch – case pada dasarnya hampir sama dengan perintah if-else, tetapi dalam penggunaannya kondisi atau syarat hanya dinyatakan dengan data yang bertipe karakter atau integer saja.

Perintah switch akan menyeleksi kondisi yang diberikan dan kemudian membandingkan hasilnya dengan konstanta – konstanta yang berada pada case. Pembandingan akan dimulai dari konstanta 1 sampai konstanta terakhir.

Jika hasil dari kondisi terpenuhi dengan nilai konstanta tertentu, misalnya konstanta 1, maka statement 1 akan di jalankan sampai ditemukan break.

Pernyataan break ini akan membawa proses keluar dari perintah switch, hal ini di karenakan agar eksekusi dilakukan pada kondisi yang terpenuhi saja.

Jika hasil dari kondisi tidak terpenuhi dengan konstanta-konstanta yang diberikan, maka pernyataan pada default akan dijalankan.

Contoh Syntax:

switch (ekspresi integer atau karakter)
    {
        case konstanta-1 :
            //menjalankan statement 1
        break;
        case konstanta-2 :
            //menjalankan statement 2
        break;
        default:
            //menjalankan statement default
        break;
    }
}

Contoh kode program:

Penjelasan: 

Kode program diatas akan mencetak statement “Skor sobat 100”, hal ini terjadi karena variabel skor bernilai 100 maka pernyataan yang berada dalam case 100 akan di jalankan.

Beda jika temen-temen mengganti nilai variabel skor menjadi 200 atau yang lainnya, jika variabel diganti dengan nilai 200 maka statement dalam case 200 akan dijalankan dan jika nilai skor bukan 100 dan 200 maka statement di dalam default yang akan dijalankan.

Oke temen-temen, cukup sekian dulu postingan kali ini semoga bermanfaat untuk kita semua dan jika ada pertanyaan silahkan temen-temen berkomentar.

Mohon maaf atas segala kekurangannya dan terimakasih telah berkunjung ke blog beelancah.com tentunya.

Happy coding 🙂

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *